IKATAN KOVALEN NONPOLAR


Sebelum membahas lanjut mengenai ikatan kovalen nonpolar , maka lebih baiknya terlebih dahulu membahas mengenai ikatan kovalen. 

Ikatan Kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena ada pemakaian dua atau lebih elektron sesama atom nonlogam. Ikatan Kovalen dibagi menjadi dua berdasarkan keelektronegatifan,yaitu kovalen polar dan nonpolar.Ikatan kovalen nonpolar terjadi ketika dua atom atau lebih dalam molekul memiliki elektronegatifan 0 atau simetris/sama .Elektronegativitas adalah kemampuan atom menarik elektron dalam ikatan kimia atau bisa juga besar energi yang digunakan untuk menangkap elektron. Ketika dua atom dengan elektronegativitas yang sama membentuk ikatan kovalen, kedua atom saling menarik elektron dengan kekuatan yang sama. Hasilnya, elektron dalam ikatan kovalen nonpolar terdistribusi secara merata di antara kedua atom.

Dalam ikatan kovalen nonpolar, elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan berada di antara kedua atom dengan cara yang sama sehingga tidak ada muatan yang dipindahkan dari satu atom ke atom lainnya.Ikatan kovalen nonpolar cenderung memiliki titik lebur dan titik didih yang lebih rendah daripada senyawa dengan ikatan kovalen polar atau ionik, karena interaksi antara molekulnya lebih lemah. Interaksi antara molekul yang tidak bermuatan atau tidak memiliki muatan yang signifikan ini disebut sebagai gaya van der waals. Beberapa contoh senyawa yang memiliki ikatan kovalen nonpolar meliputi gas mulia seperti Helium (He), Neon (Ne), dan Argon (Ar), dan senyawa seperti metana (CH4) dan etana (C2H6), serta molekul, seperti (I2), (CL2) dan sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ikatan kovalen nonpolar banyak ditemukan pada senyawa organik seperti minyak, lemak , dan lilin. Ikatan kovalen nonpolar juga memiliki peran penting dalam biologi, terutama dalam struktur membran sel yang terdiri dari lipid dengan ikatan kovalen nonpolar.

Komentar